Sahabat …..kadang hati dan raga ini terlena dengan indahnya dunia. Tak jarang kita sering lupa bahwa umur kita adalah sebuah misteri yang tak pernah seorang pun tahu berapa jatah umur kita. Malah kita sering melakukan sesuatu yang seolah kita adalah penentu segalanya. Sahabat….ada sebuah cerita yang menggambarkan pentingnya hidup kita di dunia ini. Hidup yang cuma sekali ini bukan untuk sekedar bersenang-senang semata.
Disebuah taman terlihat pohon menghijau dimana-mana. Dua bulan musim hujan berlalu. Seekor ulat nampak diantara dedaunan yang diterpa hembusan angin. “Assalamu’alaikum daun hijau, apa kabarnya?”katanya. Tersentak daun sambil menoleh ia berkata “Wa’alaikumsalam….oh, kamu ulat, alhamdulilah baik. Badanmu kelihatan kurus, mengapa?”Tanya daun hijau.
“Aku hampir tidak mendapatkan daun untuk makananku. Maukah engkau membantuku wahai sahabat?” Tanya ulat kecil, “Oh, tentu…tentu…mendekatlah kemari!” sejenak daun hijau berfikir.
“ Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk dimakan ulat kecil itu, aku akan tetap hijau. Hanya…aku akan kelihatan berlubang tapi biarlah…” perlahan ulat mendekati daun hijau itu.
Kenyang sudah si ulat tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada daun hijau yang telah merelakan sebagian tubuhnya dimakan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terimakasih pada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam hati daun hijau. Dia sangat bahagia dapat melakukan sesuatu meski tubuhnya kini berlubang di sana sini.
Apa yang terlalu berarti di hidup kita sahabat, sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesame???Membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Merekalah kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sasama memang tak mudah, tapi…akan terasa indah.
Tak lama musim panas batang daun hijau jadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah disapu orang dan dibakar. Itulah gambaran hidup kita di dunia hanya sementara. Kemudian kita akan hidup kekal di alam lain. Jika tidak berbuat sebuah kebaikan dengan apa kita akan menghadap-Nya???……

